Sunday, May 31, 2020
FYI
FYI

Waspada 3 Penyakit Ini Mudah Menyerang Hewan Peliharaan Saat Musim Hujan

Spectr News Theme Eskanisa Ramadiani
16, January 2020
529

Ternyata bukan hanya manusia, musim hujan juga menjadi musim yang cukup berat bagi binatang peliharaan. Pasalnya, musim hujan di negara tropis seperti Indonesia cenderung memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, sehingga binatang peliharaan rentan sekali terhadap penyakit terutama kulit. Berikut, 3 jenis penyakit yang wajib Anda waspadai agar binatang peliharaan tetap sehat selama musim hujan.

1. Flu Kucing

Flu kucing menduduki peringkat pertama sebagai wabah yang cukup mematikan. Penyakit ini juga cepat menular dan bisa menimbulkan kematian, terutama pada bayi kucing. Tanda kucing kesayangan Anda terserang flu antara lain bersin berlebih, kotoran pada mata dan hidung, demam, napas terengah-engah karena saluran napas terganggu dan mengakibatkan berkurangnya nafsu makan (tidak bisa mencium bau makanan). Oleh sebab itu, pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan adalah memastikan kucing makan dan minum secara teratur. Baiknya makanan dan minuman disajikan dalam keadaan hangat. Kedua, jemur kucing selama 10 – 15 menit di pagi hari, sekitar pukul 8 – 9 pagi. Sinar matahari bisa membantu membunuh kuman penyebab flu kucing.

2. Distemper

Jika anjing Anda muntah tanpa sebab saat musim hujan, kemungkinan terserang distemper yang disebabkan oleh virus CDV atau Canine Distemper Virus. Virus ini menyerang 3 organ utama yakni saluran pernapasan, pencernaan, dan saraf. Selain muntah, demam, lesu, mata berair dan nafsu makan menurun juga menjadi gejala awal distemper. Jika anjing Anda mengalami satu dari gejala tersebut, segera bawa ke dokter hewan terdekat agar bisa langsung diberi antibiotik.

3. Jamur

Penyakit kulit yang selalu muncul selama musim hujan ini disebabkan oleh udara yang lembap. Jamur pada kulit menimbulkan iritasi sehingga bulu kucing maupun anjing mudah rontok dan luka. Langkah pertama yang bisa Anda lakukan adalah memberi salep atau bedak khusus jamur. Kedua, bisa menggunakan sampo khusus yang mengandung 2% ketoconazole (digunakan seminggu dua kali). Terakhir, menggunakan obat yang diminum berdasarkan resep dokter.

Eskanisa Ramadiani
Eskanisa Ramadiani
Journalist
Registration